Proposal Es Krim Jambeker


 

ES KRIM JAMBEKER
(JAMU BERAS KENCUR)

PEMBUATAN  ES KRIM   JAMU  BERAS  KENCUR


NAMA :

Muhammad Hasan Fadhlillah

KELAS :

XI MIPA 1

MAPEL :

PKWU

PENGAMPU :

Bu Surati

 


 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Di zaman sekrang ini, konsumen dalam memilih pangan tidak lagi sekedar untuk memenuhi kebutuhan energi, mengenyangkan, atau memberi kenikmatan dengan rasanya yang lezat dan penampilan yang menarik. Oleh sebab itu pangan fungsional menjadi lebih disukai dibandingkan dengan obat-obatan, karena efek psikologis yang menyehatkan tanpa mengkonsumsi obat, serta efek samping yang jauh lebih rendah. Selain itu tidak memberikan kontra indikasi dan tidak memberi efek samping pada jumlah penggunaan yang dianjurkan terhadap metabolisme zat gizi lainnya. Namun akhir-akhir ini banyak beredar produk pangan dengan klaim kesehatan, disertai dengan promosi yang sering bombastis, sehingga masyarakat awam sering mengartikan bahwa pangan fungsional identik dengan pangan modern.

Pemanfaatan komponen-komponen fungsional aktif dari bahan-bahan pangan tradisional pada produk baru atau sebaliknya penambahan sifat-sifat fungsional pada produk tradisional, menciptakan produk-produk pangan baru yang lebih bervariasi tetapi tetap memiliki nuansa tradisional yang unik. 

Dalam hal ini saya akan membahas bagaimana cara membuat minuman jamu tradisional khususnya jamu beras kencur menjadi minuman modern tetapi masih mengandung khasiat dan unsur tradisionalnya yaitu membuat es krim jamu beras kencur.

 

1.2  Rumusan Masalah

1.      Bagaimanan cara membuat es krim jamu beras kencur?

2.      Bagaimana kelebihan dan kekurangan es krim jamu beras kencur?

 

1.3  Tujuan Penelitian

1.      Untuk mendeskripsikan cara membuat es krim jamu beras kencur.

2.      Untuk mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan es krim jamu beras kencur.

 

1.4  Manfaat Penelitian

1.       Dapat menambah wawasan tentang manfaat jamu beras kencur.

2.       Dapat mengetahui cara pembuatan es krim jamu beras kencur.

3.       Dapat membuat minat masyarakat terhadap jamu muncul kembali.

4.       Dapat memotivasi pedangang es krim agar lebih inovatif.

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

2.1 Landasan Teori


2.1.1  Pengertian Jamu

Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal. Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya. Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya.

2.1.2     Pengertian Es Krim

Es krim adalah sebuah makanan beku dibuat dari produk dairy seperti krim atau sejenisnya, digabungkan dengan perasa dan pemanis. Es krim merupakan salah satu makanan favorit selain coklat karena rasanya yang enak, teksturnya yang lembut dan membuat sugesti menyenangkan bagi sebagian orang yang memakannya. Es krim merupakan buih setengah beku yang mengandung lemak teremulsi dan udara. Sel-sel udara tersebut memberikan tekstur lembut pada es krim. Tanpa udara, emulsi beku tersebut akan menjadi terlalu dingin dan terlalu berlemak. Es krim dibuat dengan cara mencampur bahan-bahan utama yaitu lemak, gula, penstabil dan pengemulsi lalu diaduk sambil didinginkan untuk mencegah pembentukan kristal es besar.


2.1.3     Pengertian Beras Kencur

Beras kencur adalah minuman penyegar khas Jawa. Minuman ini juga digolongkan sebagai jamu karena memiliki khasiat meningkatkan nafsu makan. Beras kencur sangat populer karena memiliki rasa yang manis dan segar.

Bahan utama beras kencur, tentu saja, adalah beras (yang dihaluskan) dan rimpang kencur. Kombinasi beras dan kencur banyak mengandung vitamin B yang dapat merangsang lambung memberikan rasa lapar selain itu jamu beras kencur jika diminum secara rutin setiap hari bisa membantu menebalkan dinding perut untuk menyembuhkan penyakit maag (untuk penyembuhan maag ini tidak boleh dicampur dengan rimpang jahe dan untuk asam kawak boleh sedikit saja). Rasa manis berasal dari gula merah (gula kelapa atau gula aren) yang ditambahkan. Kencur menyumbang pada rasa sedikit pedas yang terasa jika beras kencur diminum, untuk menambah rasa pedas jamu beras kencur ini biasanya ditambah rimpang jahe secukupnya.

Ramuan jamu beras kencur selengkanya yaitu terdiri dari: Bahan utama rimpang kencur dan tepung beras, rimpang jahe, asam kawak, biji kedaung, garam dan gula merah atau gula pasir.

 


2.2 Kajian Pustaka


2.2.1 Kajian Jamu Beras Kencur

1.      Beras Merah

Tanaman padi adalah tanaman yang mempunyai varietas sampai ribuan jumlahnya, dari kelompok spesies padi yang telah dibudidayakan terdapat dua kelompok utama yaitu Oryza sativa yang berasal dari Asia dan Oryza globerima yang berasal dari Afrika Barat. Kini di dunia lebih banyak dikenal dua kelompok varietas padi Oryza sativa yaitu: japonica dan indica.

Beras merah diduga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan beras putih. Salah satu keunggulan itu adalah adanya senyawa fenolik yang banyak terdapat pada beras merah. Senyawa fenolik memiliki spektrum atau jenis yang sangat banyak, mulai dari senyawa fenolik sederhana hingga yang senyawa komplek yang berikatan dengan gugus glukosa sebagai glikon. Salah satu kelompok senyawa fenolik yang memiliki manfaat sebagai antioksidan adalah kelompok senyawa flavonoid. Kelompok senyawa ini dibagi menjadi beberapa golongan diantaranya flavone, flavon-3-ol, flavonone, flavan-3-ol dan antocyanidin. Kelompok senyawa flavonoid seperti antosianin (bentuk glikon dari antosianidin) merupakan salah satu kelompok bahan alam pada tumbuhan yang berperan sebagai antioksidan, antimikroba, fotoreseptor, visual attractors, feeding repellant, antialergi, antiviral dan anti inflamatory Senyawa inilah yang diduga bertanggung jawab sebagai zat yang memberikan warna pada beras merah. Namun, komposisi kimia dan kandungan bahan aktif beras merah terutama kandungan senyawa atau kelompok senyawa tertentu yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antioksidan belum banyak diketahui.


2.      Kencur (Kaempferia galanga L.)

Kencur (Kaempferia galanga L.) adalah salah satu jenis emponempon/tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpang atau rhizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan. Kencur merupakan temu kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Rimpang pendek berwarna coklat, berbentuk jari dan tumpul, bagian luarnya seperti bersisik, daging rimpang tidak keras, rapuh, mudah patah dan bergetah. Berbau harum dengan rasa pedas yang khas.  Rimpang digunakan sebagai obat gosok pada bengkak yang disebabkan oleh terkilir (keseleo) atau terpukul benda tumpul, serta untuk encok atau rematik. Selain itu juga digunakan untuk mengobati masuk angin (sebagai flatulens), radang lambung, kejang perut, mual, diare, penawar racun, serta sebagai obat batuk. Juga dipakai untuk mengobati infeksi telinga, sakit kulit, bisul dan sebagai roboransia.  Komposisi volatil rimpang kencur berupa pinene, camphene, carvone, benzene,

eucalyptol, borneol, methil cinnamate, pentadecane dan ethyl-pmethoxcycinnamate. Ethyl-p-metoksinamat merupakan senyawa penciri rimpang kencur sesuai dengan Farmakope Herbal Indonesia. Chan et al, (2008) menjelaskan bahwa kencur memiliki kandungan total fenol setara 146±9 mg asam galat dan antioksidan setara dengan 77± 7 mg ascorbic acid equivalent antioxidant capacity. 


3.      Jahe (Zingiber officinale Roscoe)

Tanaman jahe termasuk dalam famili zingiberaceae, merupakan tanamanberumur panjang dengan rimpang di dalam tanah yang bercabang-cabang dan keatas mengeluarkan tunas serta batang-batang yang dibalut oleh pelepah daun, dengan tinggi tanaman yang dapat mencapai 0.4-0.6 meter. Menurut Sutarno et al, (1999), dikenal 3 varietas jahe di Indonesia berdasarkan bentuk, ukuran dan warna rimpangnya, yaitu jahe besar (sering disebut jahe gajah atau jahe badak), jahe kecil (jahe emprit) dan jahe merah (jahe sunti). 

Rimpang jahe bercabang-cabang tidak teratur, berserat dan berbau khas aromatik. Rimpang jahe berasa pedas karena mengandung minyak atsiri 0.25-3.3% yang terdiri dari zingiberene, curcumene, philandren. Selain itu, rimpang jahe mengandung oleoresin sebanyak 4.3-6.0% yang terdiri dari gingerols dan shogaols (hasil dehidrasi gingerol). Oleoresin pada jahe juga menimbulkan rasa pedas atau pungent.

Rimpang jahe juga dikenal memiliki banyak khasiat kesehatan, antara lain sebagai peluruh kentut (carminative), perangsang (stimulant), pemberi aroma atau bumbu, melancarkan sirkulasi darah, menurunkan kolesterol, peluruh keringat (diaphoretic), antimuntah (antitussive), antiradang (anti-inflamantory) dan menambah nafsu makan (stomachica) (Wijayakusuma, 2002). 

 

4.      Asam Jawa (Tamarindus Indica L)

Asam jawa dihasilkan oleh pohon yang bernama ilmiah Tamarindus indica, termasuk ke dalam suku Fabaceae (Leguminosae). Spesies ini adalah satu-satunya anggota marga Tamarindus. Tanaman ini cocok tumbuh di daerah kering sampai agak basah yakni di dataran rendah sampai 1000 meter dari permukaan laut (Danoesastro, 1976). Nama lain asam jawa adalah asam (Mly.), asem (Jw.), sampalok (Tagalog), ma-kham (Thai), dan tamarind (Ingg.). Buah asam jawa umumnya mudah rusak dalam penyimpanan, maka untuk menghindari hal tersebut asam jawa sering diolah menjadi asam kawak yang lebih awet dan dapat digunakan sama halnya seperti buah segar.

Daging buah asam jawa mengandung rata-rata 5,27 % kalium bitartrat, 6,63 % asam tartrat dan 2,20 % asam sitrat. Hampir lebih dari setengah berat buah asam terdiri dari daging buah yang memiliki rasa manis dan mengandung kadar gula 30-40%. Daging buah asam jawa yang telah matang mengandung 17.8-35.8 g air, 2-3 g protein, 0.6 g lemak, 2.9 g serat, 41.1-51.1 g karbohidrat, 2.6-3.9 abu, 34-78 mg kalsium, 34-78 mg fosfor, 0.2-0.9 mg besi, 0.33 mg tiamin, 0.1 mg riboflavin, 1 mg niacin, dan 44 mg vitamin C (Soemardji, 2007) . 

Hasil pengujian kromatografi, buah asam jawa mengandung asam malat dan asam tartarat dengan konsentrasi masing masing sebesar 1.37 mg/ml dan 10.63 mg/ml. Hasil pengujian aktifitas antioksidan menunjukkan kapasitas absorbansi radikal oksigen (ORAC) dan total komponen fenolik sebesar 59.1 sampai dengan 60.3 µmol trolok ekuivalen (TE) perberat kering dan 626.6 sampai dengan 664.0 mg asam garlic ekuivalen (GAE) per 100 gram berat kering (Soemardji, 2007). Asam jawa memiliki beberapa manfaat kesehatan antara lain sebagai immunomodulator pada tubuh, antioksidan pada penyakit mata (mata kering), antidiabetes, antikolesterol, antihipertensi, antiinflamantori dan laksatif (anticonstipation).

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

3.1  Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang saya gunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif. Jamu beras kencur yang saya gunakan, saya peroleh di Desa Tempurejo, Kabupaten Magelang tepatnya pada Penjual Jamu.


3.2  Objek Kajian

Jamu beras kencur yang memiliki kualitas terbaik adalah bahan utama yang saya gunakan untuk membuat es krim beras kencur agar memperoleh hasil yang baik dan sesuai dengan selera masyarakat.


3.3  Waktu dan Tempat Penelitian

Jamu beras kencur yang saya gunakan diperoleh dari penjual jamu di Desa Tempurejo. Sedangkan untuk pembuatan es krim jamu beras kencur dilakukan di rumah saya sendiri, tepatnya di Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, pada tanggal 12 Oktober 2020.


3.4  Populasi dan Sampel

3.4.1 Populasi

Es krim beras kencur dibuat di Desa Temourejo, Kabupaten Magelang pada tanggal 12               Oktober 2020.

                    1. Isi                 :  Es Krim Jamu Beras Kencur

                    2. Satuan         :  Tempurejo

                    3. Cakupan      :  Magelang

                    4. Waktu          :  Tahun 2020


3.4.2 Sampel

         Jamu Beras Kencur.

3.5  Metode Analisis Data

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dalam metode kualitatif, kedalaman penghayatan terhadap interaksi antarkonsep yang sedang dikaji secara empiris adalah hal utama dalam penelitian.

 

3.6  Alat dan Bahan


3.6.1 Alat yang digunakan :

a.      Panci.

b.      Sendok.

c.      Gelas.

d.      Kompor gas.

e.      Wadah plastik.

f.       Freezer.

g.      Baskom.

h.      Mixer.

i.       Cetakan.

 

3.6.2 Bahan yang digunakan :

a.      1 gelas jamu beras kencur.

b.      1/2 gelas (150 ml) air putih.

c.      1 kotak (250 ml) susu cair full cream.

d.      4 sdm susu bubuk.

e.      6 sdm gula pasir.

f.       2 sdm tepung maizena.

g.      1 sdm ovalet/sp.

h.      Pewarna Makanan.



3.7  Langkah-Langkah Membuat Es Krim Jamu Beras Kencur

            1)     Masukan 1 gelas jamu beras kencur, 250 ml susu cair full cream, 4 sdm susu bubuk,                    dan 6 sdm gula pasir ke dalam panci.

            2)      Aduk adonan hingga rata.

            3)      Nyalakan kompor kemudian masak adonan dengan api sedang sambil terus diaduk.

            4)      Siapkan 2 sdm tepung maizena di dalam gelas kemudian larutkan dengan ½ gelas                    air putih.

            5)      Jika adonan telah mendidih, tuangkan larutan tepung maizena yang telah dibuat ke                    dalam adonan.

            6)      Masak adonan sambil terus diaduk hingga rata.

            7)      Setelah adonan mendidih/masak, matikan kompor lalu tuangkan adonan kedalam                        wadah plastik.

            8)      Bekukan adonan kedalam freezer kurang lebih selama tiga jam sampai adonan                            membeku.

            9)      Siapkan baskom, kemudian masukan 1 sdm ovalet/sp.

            10)    Jika adonan telah membeku, masukan adonan kedalam baskom.

            11)    Mixer adonan dengan kecepatan tinggi hingga adoan mengembang tiga kali lipat.

            12)    Jika adonan sudah lembut, pisahkan adonan menjadi tiga bagian.

            13)    Tambahkan pewarna makanan ke dalam adonan agar adonan menjadi lebih                                menarik.

            14)    Aduk hingga pewarna makanan menjadi rata.

            15)    Satukan adonan menjadi satu cetakan, kemudian masukan freezer.

            16)    Tunggu kurang lebih dua belas jam hingga adonan membeku.

            17)    Es krim jamu beras kencur siap dihidangkan.

 

 

3.8  Hasil Akhir (Visualisasi)

Klik disini untuk lihat hasil akhir dan lihat lebih lengkapnya...


3.9  Kelebihan Es Krim Jamu Beras Kencur

Selain memiliki tekstur yang lembut serta rasa yang lezat, es krim jamu beras kencur ini juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti dapat menambah nafsu makan, dapat mengurangi batuk, dapat mencegah gangguan mulut dan gigi, dapat menyembuhkan diare, serta dapat mencegah kanker. Tak hanya itu, es krim jamu beras kencur ini juga hadir menjadi inovasi baru dalam mengonsumsi jamu beras kencur. Dengan hadirnya es krim jamu beras kencur ini, tentunya dapat menarik minat semua kalangan masyarakat dalam mengonsumsi jamu, baik itu dari kalangan anak-anak sampai kalangan orang dewasa. Es krim jamu beras kencur juga bisa menjadi solusi agar minuman khas Bangsa Indonesia bisa diminati oleh banyak orang sehingga budaya Bangsa Indonesia bisa tetap terjaga dan terus dilestarikan.

4.0  Kekurangan Es Krim Jamu Beras Kencur

Dalam proses pembuatannya, es krim jamu beras kencur memliki kendala yaitu dalam proses pembekuan adonannya, dalam proses ini diperlukan waktu yang sangat lama jika kita membekukan adonan dengan menggunakan freezer biasa dari lemari pendingin, maka jika ingin lebih cepat atau lebih efisien waktu dalam proses pembekuan adonan diperlukan mesin freezer khusus atau lemari pendingin khusus yang memang dibuat dengan tujuan untuk membekukan sesuatu, misalnya adonan dan lain-lainnya. Selain itu, es krim jamu beras kencur juga memiliki kendala dibidang perdagangan, hal ini bisa terjadi karena ketidaktahuan masyarakat tentang es krim jamu beras kencur ini sehingga diperlukan promosi dan publikasi di seluruh lapisan masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui manfaat serta lezatnya es krim jamu beras kencur ini.

Komentar